Hello guys, ini adalah FanFiction pertama saya. Jadi mohon maaf kalau ceritanya jelek atau gak nyambung. Dan saya mohon dengan sangat, tolong berikan komentar pada FF saya ini ya. Jika ada banyak yang komentar author akan membuat FF lagi. Terima Kasih. ^_^
GENRE : ROMANCE
CAST : 1)Nichkhun
Horvejkul
2) Song
Victoria
3) All
Member 2PM and f(x)
NICHKHUN POV
“VIC,,,cepat sedikit. Kita bisa ketinggalan pesawat nanti.”
Teriakku pada Victoria.
“Iya sebentar lagi,Khun.” Jawabnya dari dalam rumahnya.
Kami
akan pergi ke berlibur ke Pulau Jeju bersama teman teman kami karena ini adalah
perjalanan pepisahan kami setelah lulus kuliah. Kami pergi ke Pulau Jeju dan
menginap 3 hari di sebuah vila. Aku menjemput Victoria hari ini. Kami memang
sudah berteman baik sejak kami kecil.
Rumah kami pun juga berdekatan. Setelah beberapa menit kemudian,
“Khun, ayo kita pergi.” Teriak Victoria dengan tergesah
gesah dan masuk mobilku.
“YA!! Kan kau yang terlambat. Kenapa kau membentakku?” jawabku.
“Iya iya, mianhae.OK, Lest GO!!! Nanti kita bisa terlambat.”
Jawab Victoria.
“Baiklah! Pualu Jeju kami datang.Teriakku dengan semangat”
Kami sampai
di bandara pukul 21.00 waktu setempat. Kami memang memilih perjalanan pada
malam hari. Disana teman teman kami sudah menunggu. Disana ada Junho, Wooyoung, Junsu,Taecyeon,
Luna, Sulli dan Krystal. Mereka adalah teman temanku di kampus. Mereka sedikit
marah karena kami datang paling terakhir.
“YA!!! Dari mana saja kau, Hyung. Teriak Wooyoung.
“Hei, bukan karena aku, tapi karena Victoria.” Dia sangat
lama. Jawabku.
“Mianhae semua,ehehehhe. Baiklah aku kita naik pesawat.
Nanti kita terlambat. “Jawab Victoria.
Kami
pun langsung naik pesawat. Aku dan Victoria duduk bersama. Sebenarnya, aku yang
meminta Victoria duduk bersamaku. Karena aku tau kalau Victoria sangat takut
ketinggian. Victoria pun langsung menyetujuinya.
VICTORIA POV
“Bagaimana ini??!! Aku kan sangat takut ketinggian. Bagaimana
aku nanti saat di pesawat?” Pikirku.
“Vic, kau duduk denganku saja ya.” Kata Nichkhun.
“Ehmmm, baiklah.” Jawabku dengan rasa sangat lega di hatiku.
“Huhh, untung saja Nichkhun mengajakku duduk bersamanya.
Jadi tidak akan ketahuan kalau aku takut naik pesawat, jika ketahuan oleh teman
temanku aku pasti malu setengah mati. Tapi kalau Nichkhun, dia kan sudah tau
kalau aku takut ketinggian. Huft, terima kasih, Khun.” Pikirku.
Kemudian
kami duduk di kursi kami masing masing.
“Hei, Vic sepertinya kau lupa mengatakan sesuatu
kepadaku?”Tanya Nichkhun.
“Hehe, aku tertawa kecil. Thank You, Khun. Kau benar benar
sahabatku yang palinggggg baik.” Kataku Sambil mencubit pipi Nichkhun .
“Ya!! YA!! Kau suka sekali mencubit pipiku ini Vic, bisa
bisa pipiku ini menjadi merah seperti apel nantinya. Keluh Nichkhun.
“Oh,,, KhunApple sepertinya lucu. EHEHEHE.” Godaku
kepadanya.
Tiba
tiba pesawat akan lepas landas. Seketika, aku pun langsung menjadi tegang. Aku
berusaha memakai sabuk pengamanku tapi tidak bisa karena aku sangat gugup. Kemudian, Nichkhun memakaikan sabuk
pengamanku.
“Tenanglah, Vic.” Nichkhun mencoba menenangkanku.
Tetapi
aku tidak bisa berkata apa apa dan Nichkhun memasangkan sabuk pengamannya.
Kemudian, dia memegang erat tanganku. Secara spontan, aku juga memegang erat
tangannya.
Saat
sampai di Pulau Jeju, aku masih sedikit tegang saat keluar dari pesawat bersama
Nichkhun. teman temanku bingung kenapa aku seperti ini.
“Apakah kau baik baik saja?” Tanya Krystal kepadaku.
“Iya, sepertinya kau sedikit pucat, Vic.” Junho menambahkan.
“Victoria hanya lelah, hanya memerlukan istirahat sebentar.
Nichkun menjawab mereka.
Aku
hanya bisa tersenyum kecil kepada teman temanku. Aku naik mobil bersama
Nichkhun. Nichkhun menyewa mobil untuk liburan kita. Tidak hanya Nichkhun,
Taecyeon, Wooyoung juga menyewa mobil pribadi. Aku naik mobil Nichkhun.
Sedangkan teman temanku yang lain naik mobil Taecyeon dan Wooyoung untuk pergi
menuju vila kami.
#Saat di perjalanan menuju Vila#
“Apakah kau baik baik saja, Vic?” Tanya Khun
Tetapi aku tidak menjawabnya dan hanya tertawa kecil.
“Tidurlah, Vic nanti saat sampai di Vila aku akan
membangunkanmu.” Kata Nichkhun kepadaku.
Aku
hanya mengangukkan kepalaku tanda mengerti.
NICHKHUN POV
Saat
sampai di Vila yang kami sewa, aku berniat akan membangunkan Victoria.
Tetapi,,, aku tidak tega membangunkannya karena dia tidur sangat lelap. OMO,
dia sangat cantik meskipun dia sedang tidur. Ya, memang aku menyukai Victoria
dari dulu. Tetapi aku tidak berani mengatakan kepadanya. Aku takut kalau dia
akan menolakku. Aku berniat menggendongnya masuk ke vila tersebut. Kemudian,
aku menggendongnya masuk ke vila. Di pintu masuk sudah ada orang yang menunggu
kami, dia adalah tukang kebun villa itu. Saat aku sampai di depan pintu, dia
menyapaku dengan pelan, dan membukakan pintu untukku. Kemudian, aku bertanya dimana
letak kamarnya. Dan dia menunjukkan jalan ke salah satu kamar. Kemudian dia
menunggu di luar. Aku membaringkan Victoria di ranjang dan memakaikannya
selimut juga melepaskan sepatunya. Setelah itu, aku menemui tukang kebun itu. Dia
memberiku kunci dan menyuruhku memanggilnya kalau ada yang diperlukan lagi. Setelah
itu, aku kembali ke kamar dan membelai rambut Victoria. Aku melihatnya sangat
lama. Tiba tiba, wajahku mulai mendekati wajahnya, aku mencium pelan keningnya.
Tiba Tiba....
“Huh, akhirnya sampai juga.” Kata Junho dari luar pintu.
Aku
pun langsung keluar dan menghampiri teman temanku. Setelah itu, aku dan teman
temanku beristirahat di kamar kami masing masing.
Pagi
harinya, aku dan teman temanku bangun dan kami bersiap siap jalan jalan mengelilingi
Pulau Jeju. Victoria sudah sehat kembali, aku pun senang melihatnya sehat.
Pertama, kami menuju ke restoran terdekat untuk sarapan. Kami pergi ke berbagai tempat di Pulau Jeju.
Di setiap perjalanan aku selalu melihat Victoria yang selalu tersenyum karena
menikmati liburan. OMO, dia sangat cantik. Tapi, aku melihat pemandangan yang
tidak menyenangkan. Dia sangat akrab dengan Taecyeon, bahkan melebihi
keakrapanku dengannya. Aku sangat jeolous melihat mereka karena sangat akrab. Aku hanya bisa cemberut melihat mereka.
AUTHOR POV
Mereka
pergi ke berbagai tempat menikmati liburan mereka. Karena hari sudah mulai
malam, mereka kembali ke villa mereka. Taecyeon mengajak Victoria naik di
mobilnya, tetapi Victoria menolak karena tidak enak dengan teman temannya yang
tadi naik di mobil Taecyeon. Victoria pun naik ke mobil Nichkhun, saat masuk
Nichkhun hanya cemberut dan langsung menjalankan mobilnya menuju villa mereka.
NICHKHUN POV
Aku
hanya diam saat di mobil dan tidak mengajak Vicoria berbicara.
“Apakah kau tadi menikmati perjalanannya, Khun?”Tanya
Victoria tiba tiba.
“Ne” Jawabku singkat.
“Kenapa kau diam saja, Khun? Apakah ada yang salah?”
Tanyanya lagi.
“Tidak.”Jawabku singkat.
#SESAMPAINYA DI VILLA#
Mobilku
sampai di villa terakhir, aku sudah melihat mobil Taecyeon dan mobil Wooyoung
parkir di depanVilla kami. Saat akan Victoria akan keluar, aku berbicara
kepadanya
“Sepertinya kau dekat sekali dengan Taec, Vic.” Kataku agak
pelan.
“Hmm, dia orangnya lumayan menyenangkan. Ada apa?”
“Apakah aku tidak menyenangkan?” Tanyaku.
“Hmm,menurutku kau juga
menyenangkan. Ada apa sebenarnya, Khun?” Jawabnya.
VICTORIA POV
Aku bingung
ada apa dengan Nichkhun. Tiba-tiba, dia menarikku dan memelukku.
“Saranghae, Vic.” Kata Khun.
Aku hanya diam dan terkejut akan apa yang telah dikatakan
Nichkhun.
“I LOVE YOU. VIC. AKU SANGAT CEMBURU MELIHATMU BERSAMA
TAECYEON.” Katanya dengan tetap memelukku.
Kemudian,
ada suara yang memanggil. Junsu memanggil kami dan menyuruh kami untuk masuk.
Lalu dia melepaskan pelukannya, tampa berkata apa apa aku langsung keluar dari
mobilnya dan masuk ke dalam Villa. Aku langsung masuk ke kamarku. Aku bingung
ada apa dengan diriku. Aku juga bingung terhadap perasaanku tehadap Nichkhun.
Karena aku tidak bisa tenang, akhirnya kau keluar villa dan berjalan jalan di
sekitar Villa.
“Mau kemana, Vic?” Tanya Sulli.
“Aku akan jalan jalan di sekitar sini.”
“Baiklah, hati hati ya Vic.” Jawabnya.
Aku
berjalan jalan tanpa tujuan sambil memikirkan perkataan Khun tadi. Aku berjalan
dan terus berjalan hingga aku sampai di tebing yang tinggi. Aku langsung shock
saat melihat tebing yang tinggi itu. Saat aku akan berjalan mundur, tiba tiba
kakiku tersandung batu dan membuatku jatuh ke tebing yang tinggi
itu.AGGGHHHHH!!!!! Teriakanku sangat keras, aku jatuh ke dalam tebing, tetapi
untung saja ada akar pohon, jadi aku berpegangan pada akar itu. Aku hanya bisa
berteriak meminta tolong.
NICHKHUN POV
Kenapa
perasaanku jadi tidak tenang begini? Ada apa sebenarnya. Tiba tiba, aku
mendengar suara jeritan seseorang dari jauh. Dan sepertinya aku kenal suara
itu. VIC!!!! Teriakku. Aku langsung keluar dari kamarku dan mencarinya. Aku
tidak menemukannya di kamarnya. Aku keluar Villa, dan aku bertanya kepada teman
teman, kemudian Sulli menjawab bahwa Victoria keluar untuk jalan jalan. Sulli
bingung melihat tinghkahku yang gelisah. Aku menjelaskan bahwa aku tadi
mendengar suara terikan Victoria dan sepertinya dia dalam bahaya, jelasku
kepadanya. Kemudian kau keluar mencarinya dan aku meminta tolong kepada Sulli
untuk memberitahu teman teman agar mencari Victoria bersama. Aku berlari dan
berlari. Aku meneriakkan nama Victoria berkali kali, tetapi tidak ada jawaban.
Aku terus mencarinya. Kemudian aku mendengar suara meminta tolong, aku pun
menghampiri suara itu.
VICTORIA POV
Aku
sangat putus asa, sampai sampai aku berfikir apakah aku akan mati disini? Tuhan
tolong selamatkan aku. Aku tetap meminta tolong, tetapi suaraku semakin lirih
karena lelah harus bergelantungan di tebing seperti ini. Aku pun juga sangat
takut ketinggian. Saat aku meminta tolong, tiba tiba ada orang yang memanggil
namaku. Aku pun terus berteriak meminta tolong dan berusaha berteriak lebh
keras. Tanganku semakin tidak kuat menahan tubuhku. Sepertinya aku akan jatuh. Tiba
–tiba, ada suara orang yang semakin mendekat dan memanggil namaku.
AUTHOR POV
Nichkhun
semakin dekat dengan Victoria, saat dia mendengar suara Victoria semakin dekat,
dia mempercepat larinya dan terus memanggil nama Victoria. Victoria mulai tidak
kuat memegang akar pohon itu. Saat sampai di tebing itu,
“Vic, bertahanlah. Aku akan menyelamatkanmu. Teriak
Nichkhun.
“T-tolong A-aku, Khun.” Katanya dengan lirih dan lemas
karena sangat ketakutan dengan ketinggian.
Nichkhun
mencoba meraih tangan Victoria, tetapi sangat susah untuk meraihnya.
“Vic, raihlah tanganku.”
“A-aku tidak bisa, Khun. Aku takut. Aku tidak bisa melepaskan
akar ini. Aku takut jatuh, Khun.”
“Kumohon, Vic. Raih tanganku, kau pasti bisa. Percayalah
padaku.”
“A-a-aku sangat takut.” Kata Victoria sambil melihat ke
bawah tebing yang curam itu.
“Jangan liat ke bawah, Vic. Kumohon percayalah padaku.”
Jawab Nichkhun dengan pasti.
Dengan rasa takut, akhirnya Victoria memberanikan diri untuk
meraih tangan Nichkhun.
“Baik, aku sudah memegangmu, Vic. Sekarang lepaskan tanganmu
yang satunya dari pegangan akar pohon itu dan berpeganganlah padaku.”
“N-Ne.”
Saat
tangan kiri Victoria akan meraih tangan Nichkhun dan telah melepaskan
pegangannya dari akar pohon, tiba tiba tangan Victoria tidak bisa meraih tangan
Nichkhun dan hampir jatuh.
“AAAGGGGHHHHH,,,,”
“Tenang, Vic. Kau
pasti bisa. Raih tanganku.”
“Akan ku coba.”
Saat
kedua tangan Victoria sudah memegang tangan Nichkhun, Nichkhun berusaha menarik
Victoria ke atas. Nichkhun berusaha keras agar Victoria tidak jatuh. Dan akhirnya, Nichkhun bisa mengangkat Victoria
ke atas, tetapi kaki Victoria terluka parah karena akar pohon tadi. Saat
Victoria di tarik ke atas, kaki Victoria terluka karena akar pohon yang lancip.
Ada serpihan akar pohon di kaki Victoria.
“Apa kau baik baik saja, Vic?”
“K-k-kaki ku, Khun.” Rintihnya dengan kesakitan.
Saat
melihat terdapat serpihan akar pohon di kaki Victoria, Nichkhun sangan
terkejut. Nichkhun melihat Victoria yang terlihat sangan lelah dan kesakitan.
Nichkhun menggendongnya dan meletakkan tubuh Victoria menjauh dari tebing
kemudian menyandarkan tubuh Victoria di pohon yang besar.
“K-kaki ku sangat sakit, Khun.”Rintih Victoria
“Iya aku tau, Vic. Aku akan melepaskan serpihan akar yang
ada di kaki mu itu. Kau percaya padaku kan. Tolong tahan sakitnya, OK.” Dengan
memandangi Victoria dan menahan air matanya agar tidak keluar.
Victoria hanya memandang Khun dengan tatapan yang tidak
pasti karena dia sangat kesakitan.
Saat
melepaskan serpihan yang ada di kaki Victoria, mata Nichkhun berkaca kaca dan
hampir menangis tetapi di tahannya. Victoria menangis karena kesakitan tetapi
berusaha menahan rasa sakit itu. Setelah Nichkhun berhasil melepaskan serpihan
akar itu, Nichkhun langsung manarik Victoria dan memeluknya dengan erat.
Victoria masih menangis karena kesakitan.
“Tenanglah, Vic. Ayo kita pulang.”
Victoria
masih menangis, Nichkhun pun menggendong Victoria. Dalam perjalanan pulang
Nichkhun menenangkan Victoria dan menyanyikan lagu untuknya agar dia menjadi
tanang. Victoria tertidur dengan kepadanya yang menyandar di dada Nichkhun. Nichkhun
berjalan menuju Villa mereka. Saat di tengah tengah jalan, Victoria terbangun
dan bertanya kepada Nichkhun.
“Mengapa kau menyukaiku, Khun?” Tanyanya dengan lirih.
“Jangan berbicara dulu, kau harus istirahat. Kita bicarakan nanti
saja, OK.”
“Tidak, aku ingin mengetahui itu sekarang, Khun.”
“Baiklah, aku tidak tau mengapa aku menyukaimu. Aku sangat
menyukaimu, Vic. Aku sangat cemburu saat kau akrab dengan Taecyeon. Aku memang
tidak tau mengapa aku menyukaimu, but i am really love you so much, Vic. Are
you don’t love me?”
“I love you too, Khun. Aku sadar aku juga menyukaimu. Aku
dekat dengan Taecyeon hanya sebaas teman.” Katanya dengan lirih.
Mereka
berdua tersenyum melihat satu sama lain. Saat sampai di Villa, Nichkhun membaringkan
tubuh Victoria di kamarnya dan menyuruh penjaga Villa untuk memanggil dokter
untuk memeriksa Victoria. Setelah
memeriksa Victoria, dokter itu pergi dan berkata pada Nichkhun bahwa dia mengalami
trauma dan membutuh istirahat. Sedangkan kakinya sudah di perban. Tetapi,
sepertinya Victoria akan susah jika berjalan. Kemudian, dokter itu memberikan obat untuk
Victoria dan diserahkan pada Nichkhun. Nichkhun masuk ke kamar Victoria dan
mengelus rambut Victoria pelan dan mencium dahi Victoria sambil mengucapkan
selamat malam. Teman temannya khawatir juga terhadap keadaan Nichkhun dan
menyuruhnya agar istirahat juga. Tetapi,
Nichkhun menolak dan lebih memilih untuk menemani Victoria. Nichkhun memegang
tangan Victoria. Nichkhun memandangi wajah Victoria sepanjang malam.
#PAGI HARINYA#
Nichkhun
tertidur di sebelah Victoria dengan tetap memegang tangan Victoria. Saat
Victoria bangun, dia melihat seseorang di sebelahnya. Dan orang itu adalah
Nichkhun, dia tersenyum kecil. Vctoria mengelus pelan rambut Nichkhun dan itu
membuat Nichkhun terbangun.
“Ehmm, kau sudah bangun?” Dengan mata agak tertutup.
Victoria hanya tersenyum manis padanya.
“Apa yang ingin kau makan hari ini, Chagi?” Tanyanya dengan
tersenyum.
“Hmmm, bisakah kau memasak untukku?”
“Tentu, apa yang tidak untukmu, Chagi.”
“Baiklah, buatkan aku makanan yang bisa membuatku terkejut,
Chagi.”
Nichkhun
memasak untuk Victoria dan menyuapinya di tempat tidurnya. Rencananya hari ini
adalah hari terakhir liburan mereka, tetapi karena Victoria sakit maka teman
temannya memutuskan untuk tinggal di Villa saja dan menemani Victoria. Tetapi,
Victoria menolak dan memaksa agar mereka tetap pergi berlibur. Rencananya hari
ini mereka akan berbelanja dan pergi ke pantai untuk melihat matahari terbenam
di pantai.
“Kalian pergi saja, aku baik baik saja. Lagipula, jadwal
kita untuk pulang kan malam, jadi kalian bisa tetap liburan.” Kata Victoria
“Tidak perlu, kita disini saja.” Jawab Luna.
“YA, jika kalian tetap disini aku akan merasa bersalah
kepada kalian. Sudahlah, aku baik baik saja disini.”
Akhirnya
mereka pergi liburan meskipun merasa tidak enak kepada Victoria. Nichkhun tidak
pergi, dia tinggal dengan Victoria di Villa.
“Apakah kau baik baik saja, Chagi?” Tanya Khun
“Tentu, Chagi.”
Saat
sore hari, Nichkhun dan Victoria pergi menuju bandara. Saat di tengah tengah
jalan, Victoria melihat pemandangan pantai. Nichkhun memperhatikan Victoria
yang memandangi laut. Tiba tiba Nichkhun memutar mobilnya dan memakirkan
mobilnya di dekat pantai, dia keluar mobil dan menggendong Victoria mendekati
pantai. Mereka duduk di tepi pantai dan melihat matahari terbenam bersama.
“Apakah kau menyukai ini, Chagi?”
“Iya, aku sangat menyukai ini. Gomawo”
Saat
Victoria tersenyum, Nichkhun ikut tersenyum dan memandanginya. Mereka saling
pandang dan tiba tiba, Nichkhun mencium bibir Victoria dengan lembut. Setelah
ciuman pertama mereka ini, mereka saling memandang dan tersenyum satu sama
lain. Kemudian, Nichkhun berdiri dan menggendong tubuh Victoria.
“Ayo, kita sudah terlambat. Bisa bisa kita ketinggalan
pesawat nanti.”
“Baiklah.” Jawab Victoria dengan tersenyum.
Kemudian
menuju bandara dan naik pesawat.
THE END

Maaph ye baru komen nya sekarang,,, bagus FF nye, eh cuman mau ngmng jujur nih prend,,, agak geli gmnaaaaaaa gt pas bayangin nichkhun nya ciuman ama vic ,,.Kkkkkkkk~
BalasHapus#peace :)
Ak tunggu ff yang lainnya yak ... ^^
maaaph ye baru komen komen an skg,
BalasHapuskkkkkkk~
ff nya bagus,...
pernah kepikiran bikin yg part ga ?
kkkkkkk~
BeTeWe nih, kalo mau jujur, pas bayangin khun ciuman ama vic tuh, gmanaaa gt bayangin nya..
kkkkkk~
anyways tetep bagus kok,
aq tunggu ff selanjutnya ya :)
okeee
Hapusbut now i'm really lazy to make new ff
hohohoho