About

Senin, 16 Januari 2012

FF My Love Story : "My Beautiful Holiday"




Hello guys, ini adalah FanFiction pertama saya. Jadi mohon maaf kalau ceritanya jelek atau gak nyambung. Dan saya mohon dengan sangat, tolong berikan komentar pada FF saya ini ya. Jika ada banyak yang komentar author akan membuat FF lagi.  Terima Kasih. ^_^


GENRE : ROMANCE
CAST :   1)Nichkhun Horvejkul
                2) Song Victoria
                3) All Member 2PM and f(x)


NICHKHUN POV
“VIC,,,cepat sedikit. Kita bisa ketinggalan pesawat nanti.” Teriakku pada Victoria.
“Iya sebentar lagi,Khun.” Jawabnya dari dalam rumahnya.
                Kami akan pergi ke berlibur ke Pulau Jeju bersama teman teman kami karena ini adalah perjalanan pepisahan kami setelah lulus kuliah. Kami pergi ke Pulau Jeju dan menginap 3 hari di sebuah vila. Aku menjemput Victoria hari ini. Kami memang sudah berteman baik  sejak kami kecil. Rumah kami pun juga berdekatan. Setelah beberapa menit kemudian,
“Khun, ayo kita pergi.” Teriak Victoria dengan tergesah gesah dan masuk mobilku.
“YA!! Kan kau yang terlambat. Kenapa kau membentakku?” jawabku.
“Iya iya, mianhae.OK, Lest GO!!! Nanti kita bisa terlambat.” Jawab Victoria.
“Baiklah! Pualu Jeju kami datang.Teriakku dengan semangat”
                Kami sampai di bandara pukul 21.00 waktu setempat. Kami memang memilih perjalanan pada malam hari. Disana teman teman kami sudah menunggu.  Disana ada Junho, Wooyoung, Junsu,Taecyeon, Luna, Sulli dan Krystal. Mereka adalah teman temanku di kampus. Mereka sedikit marah karena kami datang paling terakhir.
“YA!!! Dari mana saja kau, Hyung. Teriak Wooyoung.
“Hei, bukan karena aku, tapi karena Victoria.” Dia sangat lama. Jawabku.
“Mianhae semua,ehehehhe. Baiklah aku kita naik pesawat. Nanti kita terlambat. “Jawab Victoria.
                Kami pun langsung naik pesawat. Aku dan Victoria duduk bersama. Sebenarnya, aku yang meminta Victoria duduk bersamaku. Karena aku tau kalau Victoria sangat takut ketinggian. Victoria pun langsung menyetujuinya.
VICTORIA POV
“Bagaimana ini??!! Aku kan sangat takut ketinggian. Bagaimana aku nanti saat di pesawat?” Pikirku.
“Vic, kau duduk denganku saja ya.” Kata Nichkhun.
“Ehmmm, baiklah.” Jawabku dengan rasa sangat lega di hatiku.
“Huhh, untung saja Nichkhun mengajakku duduk bersamanya. Jadi tidak akan ketahuan kalau aku takut naik pesawat, jika ketahuan oleh teman temanku aku pasti malu setengah mati. Tapi kalau Nichkhun, dia kan sudah tau kalau aku takut ketinggian. Huft, terima kasih, Khun.” Pikirku.
                Kemudian kami duduk di kursi kami masing masing.
“Hei, Vic sepertinya kau lupa mengatakan sesuatu kepadaku?”Tanya Nichkhun.
“Hehe, aku tertawa kecil. Thank You, Khun. Kau benar benar sahabatku yang palinggggg baik.” Kataku Sambil mencubit pipi Nichkhun .
“Ya!! YA!! Kau suka sekali mencubit pipiku ini Vic, bisa bisa pipiku ini menjadi merah seperti apel nantinya. Keluh Nichkhun.
“Oh,,, KhunApple sepertinya lucu. EHEHEHE.” Godaku kepadanya.
                Tiba tiba pesawat akan lepas landas. Seketika, aku pun langsung menjadi tegang. Aku berusaha memakai sabuk pengamanku tapi tidak bisa karena aku sangat gugup.  Kemudian, Nichkhun memakaikan sabuk pengamanku.
“Tenanglah, Vic.” Nichkhun mencoba menenangkanku.
                Tetapi aku tidak bisa berkata apa apa dan Nichkhun memasangkan sabuk pengamannya. Kemudian, dia memegang erat tanganku. Secara spontan, aku juga memegang erat tangannya.
                Saat sampai di Pulau Jeju, aku masih sedikit tegang saat keluar dari pesawat bersama Nichkhun. teman temanku bingung kenapa aku seperti ini.
“Apakah kau baik baik saja?” Tanya Krystal kepadaku.
“Iya, sepertinya kau sedikit pucat, Vic.” Junho menambahkan.
“Victoria hanya lelah, hanya memerlukan istirahat sebentar. Nichkun menjawab mereka.
                Aku hanya bisa tersenyum kecil kepada teman temanku. Aku naik mobil bersama Nichkhun. Nichkhun menyewa mobil untuk liburan kita. Tidak hanya Nichkhun, Taecyeon, Wooyoung juga menyewa mobil pribadi. Aku naik mobil Nichkhun. Sedangkan teman temanku yang lain naik mobil Taecyeon dan Wooyoung untuk pergi menuju vila kami.
#Saat di perjalanan menuju Vila#
“Apakah kau baik baik saja, Vic?” Tanya Khun
Tetapi aku tidak menjawabnya dan hanya tertawa kecil.
“Tidurlah, Vic nanti saat sampai di Vila aku akan membangunkanmu.” Kata Nichkhun kepadaku.
                Aku hanya mengangukkan kepalaku tanda mengerti.
NICHKHUN POV
                Saat sampai di Vila yang kami sewa, aku berniat akan membangunkan Victoria. Tetapi,,, aku tidak tega membangunkannya karena dia tidur sangat lelap. OMO, dia sangat cantik meskipun dia sedang tidur. Ya, memang aku menyukai Victoria dari dulu. Tetapi aku tidak berani mengatakan kepadanya. Aku takut kalau dia akan menolakku. Aku berniat menggendongnya masuk ke vila tersebut. Kemudian, aku menggendongnya masuk ke vila. Di pintu masuk sudah ada orang yang menunggu kami, dia adalah tukang kebun villa itu. Saat aku sampai di depan pintu, dia menyapaku dengan pelan, dan membukakan pintu untukku. Kemudian, aku bertanya dimana letak kamarnya. Dan dia menunjukkan jalan ke salah satu kamar. Kemudian dia menunggu di luar. Aku membaringkan Victoria di ranjang dan memakaikannya selimut juga melepaskan sepatunya. Setelah itu, aku menemui tukang kebun itu. Dia memberiku kunci dan menyuruhku memanggilnya kalau ada yang diperlukan lagi. Setelah itu, aku kembali ke kamar dan membelai rambut Victoria. Aku melihatnya sangat lama. Tiba tiba, wajahku mulai mendekati wajahnya, aku mencium pelan keningnya.
Tiba Tiba....
“Huh, akhirnya sampai juga.” Kata Junho dari luar pintu.
                Aku pun langsung keluar dan menghampiri teman temanku. Setelah itu, aku dan teman temanku beristirahat di kamar kami masing masing.
                Pagi harinya, aku dan teman temanku bangun dan kami bersiap siap jalan jalan mengelilingi Pulau Jeju. Victoria sudah sehat kembali, aku pun senang melihatnya sehat. Pertama, kami menuju ke restoran terdekat untuk sarapan.  Kami pergi ke berbagai tempat di Pulau Jeju. Di setiap perjalanan aku selalu melihat Victoria yang selalu tersenyum karena menikmati liburan. OMO, dia sangat cantik. Tapi, aku melihat pemandangan yang tidak menyenangkan. Dia sangat akrab dengan Taecyeon, bahkan melebihi keakrapanku dengannya. Aku sangat jeolous melihat mereka karena sangat akrab.  Aku hanya bisa cemberut melihat mereka.
AUTHOR POV
                Mereka pergi ke berbagai tempat menikmati liburan mereka. Karena hari sudah mulai malam, mereka kembali ke villa mereka. Taecyeon mengajak Victoria naik di mobilnya, tetapi Victoria menolak karena tidak enak dengan teman temannya yang tadi naik di mobil Taecyeon. Victoria pun naik ke mobil Nichkhun, saat masuk Nichkhun hanya cemberut dan langsung menjalankan mobilnya menuju villa mereka.
NICHKHUN POV
                Aku hanya diam saat di mobil dan tidak mengajak Vicoria berbicara.
“Apakah kau tadi menikmati perjalanannya, Khun?”Tanya Victoria tiba tiba.
“Ne” Jawabku singkat.
“Kenapa kau diam saja, Khun? Apakah ada yang salah?” Tanyanya lagi.
“Tidak.”Jawabku singkat.
#SESAMPAINYA DI VILLA#
                Mobilku sampai di villa terakhir, aku sudah melihat mobil Taecyeon dan mobil Wooyoung parkir di depanVilla kami. Saat akan Victoria akan keluar, aku berbicara kepadanya
“Sepertinya kau dekat sekali dengan Taec, Vic.” Kataku agak pelan.
“Hmm, dia orangnya lumayan menyenangkan. Ada apa?”
“Apakah aku tidak menyenangkan?” Tanyaku.
“Hmm,menurutku kau juga menyenangkan. Ada apa sebenarnya, Khun?” Jawabnya.
VICTORIA POV
                Aku bingung ada apa dengan Nichkhun. Tiba-tiba, dia menarikku dan memelukku.
“Saranghae, Vic.” Kata Khun.
Aku hanya diam dan terkejut akan apa yang telah dikatakan Nichkhun.
“I LOVE YOU. VIC. AKU SANGAT CEMBURU MELIHATMU BERSAMA TAECYEON.” Katanya dengan tetap memelukku.
                Kemudian, ada suara yang memanggil. Junsu memanggil kami dan menyuruh kami untuk masuk. Lalu dia melepaskan pelukannya, tampa berkata apa apa aku langsung keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam Villa. Aku langsung masuk ke kamarku. Aku bingung ada apa dengan diriku. Aku juga bingung terhadap perasaanku tehadap Nichkhun. Karena aku tidak bisa tenang, akhirnya kau keluar villa dan berjalan jalan di sekitar Villa.
“Mau kemana, Vic?” Tanya Sulli.
“Aku akan jalan jalan di sekitar sini.”
“Baiklah, hati hati ya Vic.” Jawabnya.
                Aku berjalan jalan tanpa tujuan sambil memikirkan perkataan Khun tadi. Aku berjalan dan terus berjalan hingga aku sampai di tebing yang tinggi. Aku langsung shock saat melihat tebing yang tinggi itu. Saat aku akan berjalan mundur, tiba tiba kakiku tersandung batu dan membuatku jatuh ke tebing yang tinggi itu.AGGGHHHHH!!!!! Teriakanku sangat keras, aku jatuh ke dalam tebing, tetapi untung saja ada akar pohon, jadi aku berpegangan pada akar itu. Aku hanya bisa berteriak meminta tolong.
NICHKHUN POV
                Kenapa perasaanku jadi tidak tenang begini? Ada apa sebenarnya. Tiba tiba, aku mendengar suara jeritan seseorang dari jauh. Dan sepertinya aku kenal suara itu. VIC!!!! Teriakku. Aku langsung keluar dari kamarku dan mencarinya. Aku tidak menemukannya di kamarnya. Aku keluar Villa, dan aku bertanya kepada teman teman, kemudian Sulli menjawab bahwa Victoria keluar untuk jalan jalan. Sulli bingung melihat tinghkahku yang gelisah. Aku menjelaskan bahwa aku tadi mendengar suara terikan Victoria dan sepertinya dia dalam bahaya, jelasku kepadanya. Kemudian kau keluar mencarinya dan aku meminta tolong kepada Sulli untuk memberitahu teman teman agar mencari Victoria bersama. Aku berlari dan berlari. Aku meneriakkan nama Victoria berkali kali, tetapi tidak ada jawaban. Aku terus mencarinya. Kemudian aku mendengar suara meminta tolong, aku pun menghampiri suara itu.
VICTORIA POV
                Aku sangat putus asa, sampai sampai aku berfikir apakah aku akan mati disini? Tuhan tolong selamatkan aku. Aku tetap meminta tolong, tetapi suaraku semakin lirih karena lelah harus bergelantungan di tebing seperti ini. Aku pun juga sangat takut ketinggian. Saat aku meminta tolong, tiba tiba ada orang yang memanggil namaku. Aku pun terus berteriak meminta tolong dan berusaha berteriak lebh keras. Tanganku semakin tidak kuat menahan tubuhku. Sepertinya aku akan jatuh. Tiba –tiba, ada suara orang yang semakin mendekat dan memanggil namaku.
AUTHOR POV
                Nichkhun semakin dekat dengan Victoria, saat dia mendengar suara Victoria semakin dekat, dia mempercepat larinya dan terus memanggil nama Victoria. Victoria mulai tidak kuat memegang akar pohon itu. Saat sampai di tebing itu,
“Vic, bertahanlah. Aku akan menyelamatkanmu. Teriak Nichkhun.
“T-tolong A-aku, Khun.” Katanya dengan lirih dan lemas karena sangat ketakutan dengan ketinggian.
                Nichkhun mencoba meraih tangan Victoria, tetapi sangat susah untuk meraihnya.
“Vic, raihlah tanganku.”
“A-aku tidak bisa, Khun. Aku takut. Aku tidak bisa melepaskan akar ini. Aku takut jatuh, Khun.”
“Kumohon, Vic. Raih tanganku, kau pasti bisa. Percayalah padaku.”
“A-a-aku sangat takut.” Kata Victoria sambil melihat ke bawah tebing yang curam itu.
“Jangan liat ke bawah, Vic. Kumohon percayalah padaku.” Jawab Nichkhun dengan pasti.
Dengan rasa takut, akhirnya Victoria memberanikan diri untuk meraih tangan Nichkhun.
“Baik, aku sudah memegangmu, Vic. Sekarang lepaskan tanganmu yang satunya dari pegangan akar pohon itu dan berpeganganlah padaku.”
“N-Ne.”
                Saat tangan kiri Victoria akan meraih tangan Nichkhun dan telah melepaskan pegangannya dari akar pohon, tiba tiba tangan Victoria tidak bisa meraih tangan Nichkhun dan hampir jatuh.
“AAAGGGGHHHHH,,,,”
“Tenang,  Vic. Kau pasti bisa. Raih tanganku.”
“Akan ku coba.”
                Saat kedua tangan Victoria sudah memegang tangan Nichkhun, Nichkhun berusaha menarik Victoria ke atas. Nichkhun berusaha keras agar Victoria tidak jatuh.  Dan akhirnya, Nichkhun bisa mengangkat Victoria ke atas, tetapi kaki Victoria terluka parah karena akar pohon tadi. Saat Victoria di tarik ke atas, kaki Victoria terluka karena akar pohon yang lancip. Ada serpihan akar pohon di kaki Victoria.
“Apa kau baik baik saja, Vic?”
“K-k-kaki ku, Khun.” Rintihnya dengan kesakitan.
                Saat melihat terdapat serpihan akar pohon di kaki Victoria, Nichkhun sangan terkejut. Nichkhun melihat Victoria yang terlihat sangan lelah dan kesakitan. Nichkhun menggendongnya dan meletakkan tubuh Victoria menjauh dari tebing kemudian menyandarkan tubuh Victoria di pohon yang besar.
“K-kaki ku sangat sakit, Khun.”Rintih Victoria
“Iya aku tau, Vic. Aku akan melepaskan serpihan akar yang ada di kaki mu itu. Kau percaya padaku kan. Tolong tahan sakitnya, OK.” Dengan memandangi Victoria dan menahan air matanya agar tidak keluar.
Victoria hanya memandang Khun dengan tatapan yang tidak pasti karena dia sangat kesakitan.
                Saat melepaskan serpihan yang ada di kaki Victoria, mata Nichkhun berkaca kaca dan hampir menangis tetapi di tahannya. Victoria menangis karena kesakitan tetapi berusaha menahan rasa sakit itu. Setelah Nichkhun berhasil melepaskan serpihan akar itu, Nichkhun langsung manarik Victoria dan memeluknya dengan erat. Victoria masih menangis karena kesakitan.
“Tenanglah, Vic. Ayo kita pulang.”
                Victoria masih menangis, Nichkhun pun menggendong Victoria. Dalam perjalanan pulang Nichkhun menenangkan Victoria dan menyanyikan lagu untuknya agar dia menjadi tanang. Victoria tertidur dengan kepadanya yang menyandar di dada Nichkhun. Nichkhun berjalan menuju Villa mereka. Saat di tengah tengah jalan, Victoria terbangun dan bertanya kepada Nichkhun.
“Mengapa kau menyukaiku, Khun?” Tanyanya dengan lirih.
“Jangan berbicara dulu, kau harus istirahat. Kita bicarakan nanti saja, OK.”
“Tidak, aku ingin mengetahui itu sekarang, Khun.”
“Baiklah, aku tidak tau mengapa aku menyukaimu. Aku sangat menyukaimu, Vic. Aku sangat cemburu saat kau akrab dengan Taecyeon. Aku memang tidak tau mengapa aku menyukaimu, but i am really love you so much, Vic. Are you don’t love me?”
“I love you too, Khun. Aku sadar aku juga menyukaimu. Aku dekat dengan Taecyeon hanya sebaas teman.” Katanya dengan lirih.
                Mereka berdua tersenyum melihat satu sama lain. Saat sampai di Villa, Nichkhun membaringkan tubuh Victoria di kamarnya dan menyuruh penjaga Villa untuk memanggil dokter untuk memeriksa Victoria.  Setelah memeriksa Victoria, dokter itu pergi dan berkata pada Nichkhun bahwa dia mengalami trauma dan membutuh istirahat. Sedangkan kakinya sudah di perban. Tetapi, sepertinya Victoria akan susah jika berjalan.  Kemudian, dokter itu memberikan obat untuk Victoria dan diserahkan pada Nichkhun. Nichkhun masuk ke kamar Victoria dan mengelus rambut Victoria pelan dan mencium dahi Victoria sambil mengucapkan selamat malam. Teman temannya khawatir juga terhadap keadaan Nichkhun dan menyuruhnya agar  istirahat juga. Tetapi, Nichkhun menolak dan lebih memilih untuk menemani Victoria. Nichkhun memegang tangan Victoria. Nichkhun memandangi wajah Victoria sepanjang malam.
#PAGI HARINYA#
                Nichkhun tertidur di sebelah Victoria dengan tetap memegang tangan Victoria. Saat Victoria bangun, dia melihat seseorang di sebelahnya. Dan orang itu adalah Nichkhun, dia tersenyum kecil. Vctoria mengelus pelan rambut Nichkhun dan itu membuat Nichkhun terbangun.
“Ehmm, kau sudah bangun?” Dengan mata agak tertutup.
Victoria hanya tersenyum manis padanya.
“Apa yang ingin kau makan hari ini, Chagi?” Tanyanya dengan tersenyum.
“Hmmm, bisakah kau memasak untukku?”
“Tentu, apa yang tidak untukmu, Chagi.”
“Baiklah, buatkan aku makanan yang bisa membuatku terkejut, Chagi.”
                Nichkhun memasak untuk Victoria dan menyuapinya di tempat tidurnya. Rencananya hari ini adalah hari terakhir liburan mereka, tetapi karena Victoria sakit maka teman temannya memutuskan untuk tinggal di Villa saja dan menemani Victoria. Tetapi, Victoria menolak dan memaksa agar mereka tetap pergi berlibur. Rencananya hari ini mereka akan berbelanja dan pergi ke pantai untuk melihat matahari terbenam di pantai.
“Kalian pergi saja, aku baik baik saja. Lagipula, jadwal kita untuk pulang kan malam, jadi kalian bisa tetap liburan.” Kata Victoria
“Tidak perlu, kita disini saja.” Jawab Luna.
“YA, jika kalian tetap disini aku akan merasa bersalah kepada kalian. Sudahlah, aku baik baik saja disini.”
                Akhirnya mereka pergi liburan meskipun merasa tidak enak kepada Victoria. Nichkhun tidak pergi, dia tinggal dengan Victoria di Villa.
“Apakah kau baik baik saja, Chagi?” Tanya Khun
“Tentu, Chagi.”
                Saat sore hari, Nichkhun dan Victoria pergi menuju bandara. Saat di tengah tengah jalan, Victoria melihat pemandangan pantai. Nichkhun memperhatikan Victoria yang memandangi laut. Tiba tiba Nichkhun memutar mobilnya dan memakirkan mobilnya di dekat pantai, dia keluar mobil dan menggendong Victoria mendekati pantai. Mereka duduk di tepi pantai dan melihat matahari terbenam bersama.
“Apakah kau menyukai ini, Chagi?”
“Iya, aku sangat menyukai ini. Gomawo”
                Saat Victoria tersenyum, Nichkhun ikut tersenyum dan memandanginya. Mereka saling pandang dan tiba tiba, Nichkhun mencium bibir Victoria dengan lembut. Setelah ciuman pertama mereka ini, mereka saling memandang dan tersenyum satu sama lain. Kemudian, Nichkhun berdiri dan menggendong tubuh Victoria.
“Ayo, kita sudah terlambat. Bisa bisa kita ketinggalan pesawat nanti.”
“Baiklah.” Jawab Victoria dengan tersenyum.
                Kemudian menuju bandara dan naik pesawat.

THE END

3 komentar:

  1. Maaph ye baru komen nya sekarang,,, bagus FF nye, eh cuman mau ngmng jujur nih prend,,, agak geli gmnaaaaaaa gt pas bayangin nichkhun nya ciuman ama vic ,,.Kkkkkkkk~
    #peace :)

    Ak tunggu ff yang lainnya yak ... ^^

    BalasHapus
  2. maaaph ye baru komen komen an skg,
    kkkkkkk~
    ff nya bagus,...
    pernah kepikiran bikin yg part ga ?
    kkkkkkk~
    BeTeWe nih, kalo mau jujur, pas bayangin khun ciuman ama vic tuh, gmanaaa gt bayangin nya..
    kkkkkk~
    anyways tetep bagus kok,
    aq tunggu ff selanjutnya ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. okeee
      but now i'm really lazy to make new ff
      hohohoho

      Hapus

Hello Guys, saya sebagai pemilik blog ini sangat berharap akan komentar yang akan anda berikan. Terima Kasih ^_^